MENYAMBUT SERUAN UNTUK KEMBALI KE FITRAH CITA NEGARA

MENYAMBUT SERUAN UNTUK KEMBALI KE FITRAH CITA NEGARA

Artikel ke-1.797

Oleh: Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id)

            Pada hari Selasa (7/2/2024), saat berada di Kota Madinah,  saya menerima pesan penting dari Dr. Yudi Latif, seorang cendekiawan terkenal yang juga pakar Aliansi Kebangsaan. Isinya adalah Pernyataan Sikap dari Aliansi Kebangsaan yang berjudul “KEMBALI KE FITRAH CITA NEGARA”

Aliansi Kebangsaan yang merupakan jaringan intelektual lintas-kultural dan lintas-keyakinan. Aliansi menyerukan agar pemilu 2024 menjadi momentum kembalinya Indonesia ke fitrah cita negara.

            Menurut Aliansi Kebangsaan, menilai bahwa telah terjadi berbagai distorsi dan destruksi dalam tata nilai, tata kelola, dan tata sejahtera selama rentang waktu 25 tahun Orde Reformasi. Bisa ditarik kesimpulan bahwa demokrasi dan tata kelola negara yang berkembang tidak berada di jalur yang tepat. Distorsi dan degenerasi demokrasi bukan hanya mencerminkan kegagalan perseorangan, tapi kegagalan sistemik.

            Menelaah kondisi Indonesia secara mendasar dan menyeluruh, Aliansi Kebangsaan menyampaikan sejumlah seruan kepada seluruh rakyat Indonesia sebagai berikut:

(1). Kembali ke fitrah cita negara dengan pintu masuk melalui mekanisme kembali ke Konstitusi Proklamasi, 18 Agustus 1945. Bila diperlukan, penyempurnaan dilakukan secara bertahap dengan cara addendum.

(2). Perlu memperkuat kembali fundamen etika publik dan budaya kewargaan inklusif berlandaskan Pancasila, yang mewujud dalam jatidiri bangsa yang tangguh dan warga negara yang kompeten, yang dibudayakan lewat pendidikan karakter kewargaan di semua bidang dan lapis kehidupan.

(3). Kembali ke sistem pemerintahan sendiri dengan merestorasi sistem demokrasi Pancasila yang menjunjung tinggi negara hukum, negara persatuan dan negara keadilan. Dalam rangka mewujudkan politik inklusif yang dapat melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan. Dalam sistematika negara kekeluargaan, yang dapat menjaga keselarasan antara pembangunan negara dan pembangunan bangsa, kemakmuran material dan spiritual, kemerdekaan individu dan harmoni sosial, dengan semangat gotong-royong yang melibatkan partisipasi segenap komponen bangsa, dengan pembagian peran yang tepat antara negara, komunitas dan dunia usaha.

(4). Perlu kesungguhan komitmen untuk mewujudkan ekonomi moral Pancasila dalam rangka mencapai kemakmuran yang inklusif. Dengan mengupayakan keseimbangan antara keadilan (pemerataan) dan kemakmuran (pertumbuhan) melalui semangat perekonomian merdeka; berlandaskan usaha tolongmenolong (kooperatif), disertai penguasaan negara atas 'karunia kekayaan bersama' serta atas cabang-cabang produksi yang penting dan yang menguasai hajat hidup orang banyak; seraya memberi nilai tambah atas karunia terberikan dengan input pengetahuan dan teknologi.

Lanjut baca,

https://member.adianhusaini.id/member/blog/detail/menyambut-seruan-untuk-kembali-ke-fitrah-cita-negara

 

Dipost Oleh Super Administrator

Admin adianhusaini.id

Post Terkait