Logo Adian Husaini
Senin, 2 November 2026
GERAKAN PENDIDIKAN BERMUTU  UNTUK INDONESIA EMAS 2045
Pilihan Redaksi

GERAKAN PENDIDIKAN BERMUTU UNTUK INDONESIA EMAS 2045

PELUNCURAN GERAKAN PENDIDIKAN BERMUTU INDONESIA | DR. ADIAN HUSAINI
Pilihan Redaksi

PELUNCURAN GERAKAN PENDIDIKAN BERMUTU INDONESIA | DR. ADIAN HUSAINI

Menata Nalar Pendidikan Anak: Dari Kejenuhan Sekolah, Kemurnian Menghafal Al-Qur'an, hingga Sindrom 'Kuda Lepas Kendali'
Pilihan Redaksi

Menata Nalar Pendidikan Anak: Dari Kejenuhan Sekolah, Kemurnian Menghafal Al-Qur'an, hingga Sindrom 'Kuda Lepas Kendali'

Menempa Intelek di Usia Muda: Menghidupkan Tradisi Menulis Berlandaskan Adab di Pondok Pesantren At-Taqwa Depok
Pilihan Redaksi

Menempa Intelek di Usia Muda: Menghidupkan Tradisi Menulis Berlandaskan Adab di Pondok Pesantren At-Taqwa Depok

SAATNYA HIJRAH PENDIDIKAN: DARI PENDIDIKAN SEKULAR KE PENDIDIKAN TERBAIK
Pilihan Redaksi

SAATNYA HIJRAH PENDIDIKAN: DARI PENDIDIKAN SEKULAR KE PENDIDIKAN TERBAIK

Fenomena Yahudi dalam Al-Quran: Antara Karakteristik Umum dan Sosok-Sosok yang Berbeda
Pilihan Redaksi

Fenomena Yahudi dalam Al-Quran: Antara Karakteristik Umum dan Sosok-Sosok yang Berbeda

Terpopuler

1

GERAKAN PENDIDIKAN BERMUTU UNTUK INDONESIA EMAS 2045

2

PELUNCURAN GERAKAN PENDIDIKAN BERMUTU INDONESIA | DR. ADIAN HUSAINI

3

MENATA NALAR PENDIDIKAN ANAK: DARI KEJENUHAN SEKOLAH, KEMURNIAN MENGHAFAL AL-QUR'AN, HINGGA SINDROM 'KUDA LEPAS KENDALI'

4

MENEMPA INTELEK DI USIA MUDA: MENGHIDUPKAN TRADISI MENULIS BERLANDASKAN ADAB DI PONDOK PESANTREN AT-TAQWA DEPOK

5

APAKAH “TUHAN” DAN “ALLAH” ITU SAMA

6

BENARKAH PERSENTASE UMAT ISLAM BERKURANG, BAGAIMANA MENGATASINYA

Video Terkini

Lihat Channel →
Anak Mogok Sekolah, Santri Malas di Rumah, & Niat Penghafal Al-Qur'an | Dr. Adian Husaini
YouTube

21 October 2026

Anak Mogok Sekolah, Santri Malas di Rumah, & Niat Penghafal Al-Qur'an | Dr. Adian Husaini

Tonton Sekarang
BENER-BENER "GILA"! SANTRI-SANTRI BELIA INI SUDAH NULIS MAKALAH DAN BUKU YANG BERAT-BERAT!
YouTube

17 October 2026

BENER-BENER "GILA"! SANTRI-SANTRI BELIA INI SUDAH NULIS MAKALAH DAN BUKU YANG BERAT-BERAT!

Tonton Sekarang
Mengembalikan Ruh Pendidikan Nasional
YouTube

11 October 2026

Mengembalikan Ruh Pendidikan Nasional

Tonton Sekarang
Benarkah Sains Harus Steril dari Agama? Menimbang Nalar, Wahyu, dan Konstitusi...
YouTube

11 October 2026

Benarkah Sains Harus Steril dari Agama? Menimbang Nalar, Wahyu, dan Konstitusi...

Tonton Sekarang
Skor PISA Indonesia Jeblok? Jangan Berlebihan! Ini Pandangan Adilnya - Dr. Adian Husaini
YouTube

10 October 2026

Skor PISA Indonesia Jeblok? Jangan Berlebihan! Ini Pandangan Adilnya - Dr. Adian Husaini

Tonton Sekarang

Berita Terkini

Lihat Semua →
GERAKAN PENDIDIKAN BERMUTU  UNTUK INDONESIA EMAS 2045
25 October 2026

GERAKAN PENDIDIKAN BERMUTU UNTUK INDONESIA EMAS 2045

Oleh: Dr. Adian Husaini(Guru Pesantren At-Taqwa Depok/Pendiri Gerakan Pendidikan Bermutu)            Mungkin hanya sedikit orang Indonesia yang percaya bahwa pendidikan Indonesia sejatinya lebih bermutu daripada pendidikan Amerika Serikat, Finlandia, Cina atau Jepang. Dalam alam modern sekarang, kata “bermutu” ditentukan dengan standar kecerdasan dan penguasaan akan ilmu-ilmu tertentu.           Yang sangat populer adalah ranking PISA. Skor PISA anak-anak sekolah Indonesia dikatakan lebih rendah dari Singapura, Malaysia, bahkan Brunei. Tiga komponen yang dijadikan standar penentuan nilai PISA: literasi, matematika, dan sains. Karena skor PISA Indonesia jelek, maka ramailah orang Indonesia sendiri yang percaya, bahwa mutu pendidikan Indonesia rendah!           Di sinilah kerancuan makna “bermutu” jika dikaitkan dengan pendidikan. Sebab, pendidikan Indonesia memiliki tujuan utama yang jelas: meningkatkan keimanan, ketaqwaan dan akhlak mulia (ITA). Iman, taqwa dan akhlak mulia itu harusnya dijadikan sebagai indikator utama untuk menentukan apakah pendidikan Indonesia bermutu atau tidak!           Anak-anak pintar matematika, sains dan memiliki literasi tinggi, tentu saja sangat penting. Tetapi, ada yang lebih penting dari itu, yaitu keimanan dan ketaqwaan serta akhlak anak-anak pintar itu. Aneh sekali jika kita – sebagai bangsa Indonesia – menerima begitu saja indikator mutu pendidikan yang mengabaikan faktor ITA.           Dalam kehidupan seari-hari pun, sudah dikenal luas, kesuksesan seseorang lebih disebabkan faktor “soft skill”, seperti nalar kritis, kreativitas, komunikasi dan kolaborasi. Itulah indikator penting dalam penentuan standar mutu pendidikan.           Dalam tingkatan berpikir versi Bloom, level tertinggi adalah “to create”. Tentu saja, anak-anak dengan kecerdasan tinggi yang dapat mencapai level itu. Masalahnya, sebagian besar anak tidak termasuk kategori sangat pintar. Itulah karunia dan kebijakan Allah. Kehidupan bisa berjalan karena ada keragaman potensi kecerdasan. Kecerdasan adalah karunia Allah sekaligus ujian dan amanah yang harus disyukuri.           Tapi, kata Nabi Muhammad saw, ketinggian derajat manusia ditentukan oleh “kebermanfaatannya” terhadap sesama manusia; bukan oleh kepintaran, kekuasaan, atau hartanya. Itulah indahnya indikator kemuliaan yang ditentukan oleh Rasulullah saw.           Bangsa Indonesia sudah mengakui sebagai bangsa yang ber-Tuhan kepada Allah SWT. “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa…,” begitulah penegasan Pembukaan UUD 1945. Negara juga berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.           Karena itulah kita menegaskan sebagai bangsa yang bersepakat untuk bersyukur dan bersedia untuk taat kepada Tuhan Yang Maha Esa. UU Sisdiknas dan UU Pendidikan Tinggi kita pun menegaskan tujuan pendidikan kita adalah untuk melahirkan manusia yang memiliki ITA.           Saatnya kita sebagai umat Islam dan bangsa Indonesia merumuskan standar mutu pendidikan kita sendiri. Kita jadikan ITA sebagai indikator utamanya. Jika seorang anak memiliki keimanan yang kokoh dan taat kepada Tuhan serta memiliki sifat jujur, tidak malas, dan peduli pada sesama, insyaAllah, kunci suskes – dunia dan akhirat – sudah ditangannya.           Kami mengusulkan LIMA indikator pendidikan bermutu: (1) Taat Allah dan Rasul (2) Jujur (3) Tidak malas (4) Berani (5) Berguna bagi sesama.           Jadi, pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang melahirkan anak-anak dengan LIMA indikator utama itu. Jika setuju, mari kita bergerak bersama dalam barisan GERAKAN PENDIDIKAN BERMUTU (GARPU).Semoga Allah menyayangi dan menolong kita semua untuk mewujudkan pendidikan bermutu yang insyaAllah akan melahirkan Generasi Emas 2045. Amin. (Jakarta, 27 Oktober 2026).

PELUNCURAN GERAKAN PENDIDIKAN BERMUTU INDONESIA | DR. ADIAN HUSAINI

25 October 2026

PELUNCURAN GERAKAN PENDIDIKAN BERMUTU INDONESIA | DR. ADIAN HUSAINI

Menata Nalar Pendidikan Anak: Dari Kejenuhan Sekolah, Kemurnian Menghafal Al-Qur'an, hingga Sindrom 'Kuda Lepas Kendali'

21 October 2026

Menata Nalar Pendidikan Anak: Dari Kejenuhan Sekolah, Kemurnian Menghafal Al-Qur'an, hingga Sindrom 'Kuda Lepas Kendali'

Menempa Intelek di Usia Muda: Menghidupkan Tradisi Menulis Berlandaskan Adab di Pondok Pesantren At-Taqwa Depok

20 October 2026

Menempa Intelek di Usia Muda: Menghidupkan Tradisi Menulis Berlandaskan Adab di Pondok Pesantren At-Taqwa Depok

APAKAH “TUHAN” DAN “ALLAH” ITU SAMA

08 July 2026

APAKAH “TUHAN” DAN “ALLAH” ITU SAMA

SAATNYA HIJRAH PENDIDIKAN: DARI PENDIDIKAN SEKULAR KE PENDIDIKAN TERBAIK

08 July 2026

SAATNYA HIJRAH PENDIDIKAN: DARI PENDIDIKAN SEKULAR KE PENDIDIKAN TERBAIK

Lihat Semua Berita