Pendidikan Gratis Saja Belum Cukup: Menanamkan Budaya Ilmu Adalah Kunci

Pendidikan Gratis Saja Belum Cukup: Menanamkan Budaya Ilmu Adalah Kunci

 

 Dr. Adian Husaini Mendesak Penguatan Semangat Mencari Ilmu di Atas Debat Anggaran.

Wacana penggantian program Makan Bergizi Gratis menjadi Pendidikan Gratis telah memunculkan diskusi mendalam di kalangan pegiat pendidikan. Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Dr. Adian Husaini, turut memberikan pandangannya, menekankan bahwa meskipun kedua program tersebut bagus, fokus seharusnya kembali pada akar masalah pendidikan bangsa.

adianhusaini.id, Depok-- Menurut Dr. Adian Husaini, pendidikan gratis, meskipun menarik, belum tentu dapat memecahkan masalah pendidikan secara keseluruhan.

Salah satu sorotan utama Dr. Adian Husaini adalah mengenai mereka yang mampu secara finansial. Ia berpendapat bahwa jika pendidikan digratiskan sepenuhnya, justru akan menimbulkan kerugian bagi orang-orang yang mampu untuk bersedekah atau berinfak.

Membayar uang tertentu untuk pendidikan anak adalah tindakan yang sangat mulia bagi orang yang mampu. Dr. Adian Husaini bahkan mencontohkan pengalamannya sendiri, di mana ia meminta anaknya yang kuliah—meskipun mahasiswa lain gratis—untuk tetap membayar sebagai bentuk infak, karena mencari ilmu memerlukan pengorbanan biaya (bulloh).

Bagi masyarakat yang tidak mampu, solusinya bukanlah sekadar menggratiskan, melainkan menyediakan bantuan yang memadai. Dr. Adian Husaini menegaskan bahwa pada titik inilah peran saudara umat Islam yang lain dan pemerintah sangat diperlukan, yaitu dengan memberikan beasiswa.

Namun, ia kembali mengingatkan, masalah biaya hanyalah satu aspek. Orang yang malas mencari ilmu, digratiskan pun tidak akan menyelesaikan masalah.

Kebangkitan suatu peradaban dan bangsa sangat bergantung pada penanaman budaya ilmu, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam membangun masyarakat baru dengan budaya ilmu yang sangat tinggi.

Dengan kata lain, isu pendidikan gratis yang seolah-olah dapat membuat pendidikan menjadi bagus adalah hanya satu aspek, yaitu aspek biaya.

Mengutip pesan Imam Syafi'i, Dr. Adian Husaini memaparkan bahwa sukses pendidikan tidak hanya ditentukan oleh biaya, melainkan oleh enam hal mendasar:

  1. Kecerdasan (Zakain): Mengasah pemikiran agar bernalar kritis.
  2. Haus Ilmu (Wahirsin/Tamak): Memiliki keinginan kuat untuk terus belajar.
  3. Sabar.
  4. Biaya.
  5. Bimbingan Guru-Guru yang Berkualitas dan Bijak.
  6. Waktu yang Lama dan Cukup.

Menurut Dr. Adian Husaini, keenam pilar ini harus terpenuhi agar pendidikan benar-benar sukses. Dengan demikian, wacana perbaikan pendidikan harus bergeser dari sekadar fokus pada pemenuhan biaya menjadi penanaman budaya dan semangat ilmu yang lebih fundamental.

 

Dipost Oleh Super Administrator

Admin adianhusaini.id

Post Terkait