PERANGKAP ISTILAH 

PERANGKAP ISTILAH 

Oleh: Adian Husaini (www.adianhusaini.id)

    Syahdan, beberapa tahun lalu, seorang doktor bidang sosiologi agama dari Jepang datang kepada saya. Ia bermaksud melakukan penelitian tentang umat Islam di Indonesia. Kata dia, banyak orang Barat salah paham tentang kelompok Islam fundamentalis di Indonesia. 
    Karena itulah, dia ingin meluruskannya. Menurutnya, dia punya banyak teman Islam fundamentalis di Indonesia, yang tidak seperti dipahami oleh para peneliti Barat. Ia menceritakan, ada seorang dosen di sebuah universitas di Barat yang mempunyai tolok ukur dalam menentukan, apakah seorang Muslim pro kepada demokrasi atau tidak, yaitu bagaimana sikapnya terhadap pornografi. Jika orang Muslim masih menolak pornografi, maka berarti dia tidak demokratis. 
    Walhasil, peneliti asal Jepang ini tampaknya simpatik terhadap Islam dan ingin meluruskan kesalahpahaman orang-orang Barat dan Jepang terhadap Islam. Sayangnya, sebagaimana banyak peneliti sosial lainnya, si peneliti ini juga sudah terjebak kepada kerangka kajian (framework) Barat dalam meneliti masyarakat Islam. Dia, misalnya, sudah terjebak dalam pola pikir dikotomis: membagi masyarakat Islam Indonesia menjadi dua bagian besar, yaitu Islam liberal dan Islam fundamentalis. 
    Ketika dia meminta saya menulis satu artikel untuk bahan penelitiannya, saya katakan padanya, bahwa saya bukan liberal dan bukan fundamentalis. Saya Islam. Tidak pakai embel-embel. Dia kebingungan. Dan akhirnya, saya menolak untuk menulis sesuatu untuk penelitiannya, karena dia sudah memasang perangkap untuk penelitiannya, bahwa seorang Muslim dipaksa untuk memilih tempat: liberal atau fundamentalis. 
Itulah contoh para peneliti masyarakat Muslim yang terjebak dengan framework Barat dalam melakukan penelitian terhadap masyarakat Muslim. Padahal, Islam memiliki konsep dan istilah sendiri dalam meneliti masyarakat Muslim. Harusnya, istilah-istilah itu yang digunakan ketika meneliti masyarakat Muslim. Tapi, karena framework Barat yang digunakan, maka istilah dan makna yang dihasilkan pun berbeda.

Lanjut baca,

https://member.adianhusaini.id/member/blog/detail/perangkap-istilah

 

Dipost Oleh Super Administrator

Admin adianhusaini.id

Post Terkait

Tinggalkan Komentar